Ketika membicarakan pengiriman barang menggunakan kapal kontainer, sebagian besar orang sebenarnya sedang membicarakan Dry Container. Jenis kontainer ini merupakan peti kemas standar yang paling banyak digunakan di dunia, baik untuk pengiriman domestik maupun internasional.
Mulai dari produk retail, furniture, material bangunan, mesin industri, hingga barang kebutuhan sehari-hari, semuanya dapat diangkut menggunakan Dry Container.
Di Indonesia, Dry Container menjadi tulang punggung distribusi barang antar pulau, terutama untuk rute Jakarta–Balikpapan, Jakarta–Makassar, Surabaya–Pontianak, hingga berbagai wilayah di Maluku dan Papua.
Lalu, apa sebenarnya Dry Container? Berapa kapasitasnya? Barang apa saja yang dapat dimuat di dalamnya? Artikel ini akan membahasnya secara lengkap.
Apa Itu Dry Container?
Dry Container adalah kontainer tertutup berbentuk kotak baja yang digunakan untuk mengangkut barang kering atau general cargo.
Disebut “dry” karena kontainer ini dirancang untuk barang yang tidak memerlukan pengaturan suhu khusus.
Dry Container memiliki dinding tertutup, lantai baja atau kayu khusus, serta pintu di bagian belakang untuk proses bongkar muat.
Jenis kontainer ini menjadi standar internasional dalam industri pelayaran karena dapat dipindahkan dengan mudah menggunakan:
- Trailer.
- Truk.
- Kereta api.
- Kapal kontainer.
- Crane pelabuhan.
Fungsi Dry Container

Dry Container digunakan untuk berbagai kebutuhan logistik, seperti:
- Pengiriman antar pulau.
- Distribusi barang retail.
- Pengiriman material proyek.
- Pengiriman mesin industri.
- Ekspor-impor.
- Penyimpanan sementara.
- Pengiriman barang manufaktur.
Karena fleksibilitasnya, Dry Container digunakan oleh hampir seluruh sektor industri.
Ukuran Dry Container
Di Indonesia, terdapat dua ukuran Dry Container yang paling umum digunakan.
Dry Container 20 Feet
Spesifikasi umum:
- Panjang luar: 6,06 meter.
- Lebar luar: 2,44 meter.
- Tinggi luar: 2,59 meter.
- Volume: sekitar 33 m³.
- Kapasitas muatan: sekitar 28 ton.
Biasanya digunakan untuk:
- Besi.
- Keramik.
- Mesin.
- Spare part.
- Material konstruksi.
Dry Container 40 Feet
Spesifikasi umum:
- Panjang luar: 12,19 meter.
- Lebar luar: 2,44 meter.
- Tinggi luar: 2,59 meter.
- Volume: sekitar 67 m³.
- Kapasitas muatan: sekitar 26–28 ton.
Biasanya digunakan untuk:
- Furniture.
- Barang retail.
- Produk tekstil.
- Barang manufaktur.
- Produk elektronik.
Perbandingan Dry Container 20 Feet dan 40 Feet
| Spesifikasi | 20 Feet | 40 Feet |
|---|---|---|
| Panjang | 6,06 m | 12,19 m |
| Lebar | 2,44 m | 2,44 m |
| Tinggi | 2,59 m | 2,59 m |
| Volume | ±33 m³ | ±67 m³ |
| Kapasitas | ±28 ton | ±26–28 ton |
Secara umum, kontainer 20 feet cocok untuk barang berat dengan volume kecil, sedangkan kontainer 40 feet lebih cocok untuk barang yang volumenya besar tetapi relatif ringan.
Barang yang Cocok Dikirim Menggunakan Dry Container
Berikut beberapa contoh barang yang umum dikirim menggunakan Dry Container:
Produk manufaktur
- Mesin industri.
- Panel listrik.
- Spare part.
- Komponen otomotif.
Material bangunan
- Keramik.
- Granit.
- Baja ringan.
- Pipa.
- Cat.
Produk retail
- Pakaian.
- Elektronik.
- Mainan.
- Peralatan rumah tangga.
Furniture
- Meja.
- Kursi.
- Sofa.
- Lemari.
- Kitchen set.
Kelebihan Dry Container
Mudah ditemukan
Dry Container tersedia hampir di seluruh pelabuhan besar Indonesia.
Biaya lebih ekonomis
Tarifnya umumnya lebih murah dibandingkan Reefer atau Flat Rack.
Aman
Kontainer tertutup melindungi barang dari hujan, debu, dan panas.
Fleksibel
Dapat digunakan untuk berbagai jenis muatan.
Kekurangan Dry Container
Meskipun sangat populer, Dry Container memiliki beberapa keterbatasan.
- Tidak cocok untuk barang berpendingin.
- Tidak cocok untuk barang over height.
- Tidak cocok untuk barang cair.
- Memiliki batas dimensi pintu.
Bagaimana Proses Penggunaan Dry Container?
Secara umum, prosesnya meliputi:
- Booking kontainer.
- Pengambilan kontainer kosong dari depo.
- Stuffing barang.
- Pemasangan seal.
- Pengiriman ke pelabuhan.
- Gate In.
- Loading ke kapal.
- Pelayaran.
- Bongkar di pelabuhan tujuan.
- Gate Out.
- Delivery.
- Pengembalian kontainer kosong.
Kapan Sebaiknya Memilih Dry Container 20 Feet?
Gunakan kontainer 20 feet apabila:
- Barang memiliki berat tinggi.
- Volume tidak terlalu besar.
- Mengirim material bangunan.
- Mengirim mesin industri.
- Mengirim baja atau besi.
Kapan Sebaiknya Memilih Dry Container 40 Feet?
Gunakan kontainer 40 feet apabila:
- Barang memiliki volume besar.
- Berat barang relatif ringan.
- Mengirim furniture.
- Mengirim produk retail.
- Mengirim barang manufaktur.
Kesimpulan
Dry Container merupakan jenis peti kemas yang paling banyak digunakan dalam industri logistik. Fleksibilitas, biaya yang relatif ekonomis, dan kemudahan operasional membuatnya menjadi pilihan utama untuk pengiriman barang antarpulau maupun internasional.
Memahami perbedaan antara kontainer 20 feet dan 40 feet akan membantu perusahaan menentukan solusi logistik yang paling efisien sesuai dengan karakteristik barang yang dikirim.
FAQ
Apa itu Dry Container?
Dry Container adalah kontainer standar tertutup yang digunakan untuk mengangkut barang kering atau general cargo.
Apa perbedaan kontainer 20 feet dan 40 feet?
Kontainer 40 feet memiliki volume hampir dua kali lebih besar dibandingkan kontainer 20 feet.
Apakah Dry Container bisa digunakan untuk makanan beku?
Tidak. Untuk makanan beku diperlukan Reefer Container.
Berapa kapasitas kontainer 20 feet?
Sekitar 33 meter kubik dengan kapasitas muatan hingga 28 ton.
Barang apa yang paling cocok menggunakan Dry Container?
Furniture, material bangunan, mesin industri, barang retail, dan produk manufaktur.






Tinggalkan komentar