Dalam setiap proyek project cargo, keberhasilan pekerjaan tidak hanya bergantung pada peralatan, armada, maupun sumber daya manusia. Faktor yang tidak kalah penting adalah adanya prosedur kerja yang terdokumentasi dengan baik agar seluruh aktivitas dapat dilaksanakan secara aman, sistematis, dan sesuai standar.
Dokumen yang menjadi acuan utama dalam pelaksanaan pekerjaan tersebut dikenal sebagai Method Statement.
Method Statement merupakan dokumen yang menjelaskan secara rinci bagaimana suatu pekerjaan akan dilaksanakan, mulai dari tahap persiapan, penggunaan peralatan, metode kerja, pengendalian risiko, hingga langkah-langkah keselamatan yang harus dipatuhi oleh seluruh personel.
Dalam industri project cargo, heavy lift cargo, mobilisasi alat berat, oil & gas, pertambangan, smelter, pelabuhan, dan EPC, Method Statement hampir selalu menjadi dokumen wajib sebelum pekerjaan dimulai. Dokumen ini memastikan setiap pihak memahami tugas, tanggung jawab, serta prosedur kerja sehingga risiko kecelakaan maupun kegagalan operasional dapat diminimalkan.
Baca juga:
- Project Cargo
https://infocargo.id/apa-itu-project-cargo-panduan-lengkap-logistik-proyek-di-indonesia/ - Transport Engineering
- Lifting Plan
Jawaban Singkat
Method Statement adalah dokumen prosedur kerja yang menjelaskan langkah-langkah pelaksanaan suatu pekerjaan secara sistematis, termasuk metode kerja, peralatan yang digunakan, personel yang bertanggung jawab, pengendalian risiko, serta prosedur keselamatan. Dalam project cargo, Method Statement menjadi pedoman utama sebelum proses mobilisasi, lifting, cargo handling, maupun instalasi alat berat dilakukan.
Apa Itu Method Statement?

Method Statement adalah dokumen teknis yang menjelaskan bagaimana suatu pekerjaan akan dilaksanakan secara aman, efisien, dan sesuai standar.
Dokumen ini tidak hanya berisi urutan pekerjaan, tetapi juga menjelaskan:
- Ruang lingkup pekerjaan.
- Metode pelaksanaan.
- Peralatan yang digunakan.
- Personel yang bertanggung jawab.
- Langkah pengendalian risiko.
- Prosedur keselamatan.
- Rencana penanganan keadaan darurat.
Method Statement biasanya disusun oleh Project Engineer, Transport Engineer, atau Site Engineer, kemudian ditinjau oleh tim HSE sebelum pekerjaan dimulai.
Mengapa Method Statement Sangat Penting?
Method Statement membantu memastikan bahwa seluruh aktivitas proyek dilakukan secara konsisten dan terdokumentasi.
Beberapa manfaatnya antara lain:
- Menjadi pedoman kerja bagi seluruh tim.
- Mengurangi kesalahan operasional.
- Memastikan pekerjaan sesuai standar keselamatan.
- Mempermudah koordinasi antar divisi.
- Memenuhi persyaratan audit maupun owner project.
- Mengurangi risiko kecelakaan kerja.
- Mendukung kelancaran jadwal proyek.
Pada proyek dengan nilai investasi besar, Method Statement sering menjadi dokumen yang harus mendapat persetujuan dari pemilik proyek sebelum pekerjaan dapat dimulai.
Fungsi Method Statement
Method Statement memiliki beberapa fungsi utama dalam project cargo.
Standarisasi Pekerjaan
Seluruh personel mengikuti prosedur yang sama sehingga kualitas pekerjaan tetap konsisten.
Komunikasi Antar Tim
Dokumen ini menjadi acuan bersama bagi engineer, supervisor, operator crane, rigger, HSE, hingga owner project.
Pengendalian Risiko
Method Statement mengidentifikasi potensi bahaya serta langkah mitigasi sebelum pekerjaan dimulai.
Dokumen Referensi
Selama pelaksanaan proyek, Method Statement menjadi referensi apabila terjadi perubahan metode kerja atau evaluasi lapangan.
Komponen Utama Method Statement
Informasi Proyek
Meliputi:
- Nama proyek
- Lokasi
- Nomor dokumen
- Tanggal revisi
- Nama perusahaan
Scope of Work
Menjelaskan ruang lingkup pekerjaan secara rinci.
Contoh:
- Loading alat berat
- Transportasi
- Unloading
- Heavy lifting
- Instalasi equipment
Personel dan Tanggung Jawab
Dokumen harus menjelaskan tugas masing-masing personel, seperti:
- Project Manager
- Project Engineer
- Transport Engineer
- Lifting Supervisor
- Crane Operator
- Rigger
- Signalman
- HSE Officer
Daftar Peralatan
Seluruh peralatan yang digunakan harus dicantumkan.
Misalnya:
- Mobile Crane
- Crawler Crane
- Lowbed Trailer
- Selfloader
- Forklift
- Chain Sling
- Wire Rope
- Spreader Beam
- Shackle
- Chain Binder
Material Pendukung
Jika diperlukan, Method Statement juga memuat daftar material seperti:
- Dunnage
- Steel Plate
- Timber Block
- Wheel Chock
- Safety Barrier
Tahapan Penyusunan Method Statement
1. Pengumpulan Data
Tahap awal dilakukan dengan mengumpulkan:
- Drawing
- Dimensi
- Berat
- Lokasi pekerjaan
- Jadwal proyek
- Persyaratan owner
2. Cargo Survey
Data hasil cargo survey digunakan untuk memastikan kondisi aktual muatan.
Artikel terkait:
3. Route Survey
Jika pekerjaan melibatkan mobilisasi alat berat, hasil route survey menjadi bagian penting dalam penyusunan Method Statement.
4. Engineering Review
Transport engineer melakukan evaluasi terhadap:
- Kapasitas alat.
- Jalur transportasi.
- Ground bearing pressure.
- Radius crane.
- Center of Gravity.
5. Penyusunan Lifting Plan
Jika pekerjaan melibatkan crane, Method Statement harus mengacu pada Lifting Plan yang telah disetujui.
6. Risk Assessment
Setiap potensi bahaya diidentifikasi dan diberikan langkah mitigasi yang sesuai.
7. Persetujuan
Method Statement direview oleh:
- Project Manager
- Engineering Manager
- HSE Manager
- Owner Project (jika diperlukan)
Hubungan Method Statement dengan Dokumen Lain
Method Statement tidak berdiri sendiri.
Dokumen ini saling berkaitan dengan:
- Cargo Survey
- Route Survey
- Transport Engineering
- Lifting Plan
- Rigging Plan
- Risk Assessment
- Inspection Checklist
- Toolbox Meeting
Semua dokumen tersebut membentuk sistem pengendalian pekerjaan yang saling melengkapi.
Industri yang Menggunakan Method Statement
Method Statement digunakan hampir di seluruh proyek industri berskala besar, seperti:
- Pertambangan
- Smelter
- Oil & Gas
- EPC
- Pembangkit Listrik
- Pelabuhan
- Infrastruktur
- Jembatan
- Offshore
- Modular Construction
- Manufaktur
Semakin kompleks proyek, semakin rinci pula Method Statement yang disusun.
Kesalahan yang Sering Terjadi
Beberapa kesalahan yang masih sering ditemukan antara lain:
- Menggunakan template lama tanpa penyesuaian.
- Drawing tidak diperbarui.
- Tidak sesuai kondisi lapangan.
- Daftar peralatan tidak lengkap.
- Tidak mencantumkan emergency procedure.
- Tidak mengacu pada lifting plan terbaru.
- Tidak dilakukan briefing kepada seluruh personel.
Kesalahan tersebut dapat menyebabkan pekerjaan tidak berjalan sesuai rencana dan meningkatkan risiko operasional.
Ringkasan Komponen Method Statement
| Komponen | Fungsi |
|---|---|
| Informasi Proyek | Identitas pekerjaan |
| Scope of Work | Menjelaskan ruang lingkup pekerjaan |
| Personel | Pembagian tanggung jawab |
| Peralatan | Daftar alat yang digunakan |
| Metode Kerja | Urutan pelaksanaan pekerjaan |
| Risk Assessment | Identifikasi dan mitigasi risiko |
| Lifting Plan | Acuan pengangkatan |
| Emergency Procedure | Penanganan kondisi darurat |
FAQ
Apa itu Method Statement?
Method Statement adalah dokumen prosedur kerja yang menjelaskan bagaimana suatu pekerjaan akan dilaksanakan secara aman, sistematis, dan sesuai standar.
Siapa yang membuat Method Statement?
Biasanya disusun oleh Project Engineer, Site Engineer, atau Transport Engineer, kemudian ditinjau oleh tim HSE dan disetujui oleh pihak yang berwenang.
Apakah Method Statement wajib?
Pada proyek konstruksi, EPC, heavy lifting, dan project cargo, Method Statement umumnya menjadi dokumen wajib sebelum pekerjaan dimulai.
Apa perbedaan Method Statement dan SOP?
SOP bersifat umum dan berlaku untuk aktivitas yang berulang, sedangkan Method Statement disusun secara spesifik untuk suatu pekerjaan atau proyek tertentu.
Apa hubungan Method Statement dengan Lifting Plan?
Lifting Plan merupakan bagian teknis dari operasi pengangkatan, sedangkan Method Statement menjelaskan keseluruhan prosedur pekerjaan, termasuk pelaksanaan lifting berdasarkan Lifting Plan yang telah disetujui.
Kesimpulan
Method Statement merupakan dokumen penting yang menjadi pedoman pelaksanaan pekerjaan dalam project cargo, heavy equipment transport, dan berbagai proyek industri lainnya. Dengan menjelaskan metode kerja secara sistematis, pembagian tanggung jawab, penggunaan peralatan, serta langkah-langkah pengendalian risiko, dokumen ini membantu memastikan setiap pekerjaan dilaksanakan secara aman, efisien, dan sesuai standar.
Dalam praktiknya, Method Statement tidak dapat dipisahkan dari dokumen pendukung seperti Cargo Survey, Route Survey, Transport Engineering, Lifting Plan, dan Risk Assessment. Integrasi seluruh dokumen tersebut membentuk sistem kerja yang terstruktur sehingga proses mobilisasi, pengangkatan, maupun instalasi alat berat dapat berjalan lancar, mengurangi potensi kecelakaan, dan mendukung keberhasilan proyek secara keseluruhan.







Tinggalkan komentar