Dalam dunia project cargo dan heavy equipment transport, proses pengiriman tidak berhenti setelah muatan berhasil dimuat ke atas trailer atau kapal. Salah satu tahapan paling krusial adalah lashing & securing, yaitu proses mengamankan muatan agar tetap stabil selama perjalanan.

Muatan yang tidak diamankan dengan benar dapat bergeser akibat pengereman, akselerasi, tikungan, gelombang laut, maupun getaran jalan. Pergeseran tersebut berpotensi menyebabkan kerusakan alat berat, kecelakaan, keterlambatan proyek, hingga kerugian finansial yang besar. Pedoman keselamatan internasional juga menekankan bahwa pengamanan muatan merupakan bagian penting dalam keselamatan transportasi.

Pada pengiriman excavator, bulldozer, wheel loader, transformer, boiler, maupun modul industri, teknik lashing harus disesuaikan dengan berat, dimensi, pusat gravitasi, serta moda transportasi yang digunakan.

Baca juga:


Apa Itu Lashing & Securing Cargo?

Lashing & Securing adalah proses mengikat, menopang, dan mengamankan muatan menggunakan peralatan khusus agar tidak bergeser, terguling, berputar, atau berpindah posisi selama proses transportasi.

Tujuan utama lashing adalah:

  • Menjaga stabilitas muatan.
  • Mencegah pergeseran akibat gaya inersia.
  • Mengurangi risiko kerusakan.
  • Melindungi keselamatan personel dan aset.
  • Memenuhi standar keselamatan transportasi.

Pada praktiknya, lashing merupakan bagian dari cargo handling dan dilaksanakan berdasarkan hasil cargo survey serta transport engineering.


Jawaban Singkat

Lashing & Securing Cargo adalah proses pengamanan muatan menggunakan rantai, wire rope, webbing sling, chain binder, wheel chock, dan perlengkapan lainnya agar barang tetap stabil selama pengangkutan. Teknik yang digunakan harus disesuaikan dengan berat, dimensi, pusat gravitasi, serta moda transportasi yang digunakan.


Mengapa Lashing Sangat Penting?

Pengamanan muatan yang benar memberikan banyak manfaat, antara lain:

  • Mengurangi risiko pergeseran muatan.
  • Mencegah alat berat terguling.
  • Menjaga keseimbangan kendaraan.
  • Mengurangi kerusakan pada barang.
  • Meningkatkan keselamatan pengemudi dan kru.
  • Memenuhi persyaratan operasional dan keselamatan.

Pada pengiriman laut, lashing menjadi semakin penting karena muatan harus mampu menahan gaya akibat gelombang, rolling, pitching, dan heaving kapal.


Perbedaan Lashing dan Securing

Walaupun sering digunakan bersamaan, keduanya memiliki fungsi yang sedikit berbeda.

LashingSecuring
Proses mengikat muatanSistem pengamanan secara keseluruhan
Menggunakan chain, sling, wire ropeMeliputi blocking, stopper, wheel chock, dunnage
Menahan gaya tarikMenahan seluruh pergerakan muatan
Fokus pada pengikatanFokus pada stabilitas total

Dengan kata lain, lashing adalah bagian dari securing, sedangkan securing mencakup seluruh metode pengamanan muatan.


Peralatan Lashing & Securing

Chain (Rantai Baja)

Digunakan untuk mengikat alat berat berbobot besar seperti excavator, bulldozer, dan wheel loader.

Keunggulan:

  • Kekuatan tinggi.
  • Tahan terhadap benturan.
  • Cocok untuk heavy equipment.

Chain Binder

Chain binder berfungsi mengencangkan rantai hingga mencapai tegangan yang diinginkan.

Jenis yang umum digunakan:

  • Lever Binder
  • Ratchet Binder

Wire Rope

Wire rope banyak digunakan untuk:

  • Heavy Lift Cargo
  • Break Bulk Cargo
  • Modul industri
  • Struktur baja

Pemilihan diameter wire rope harus disesuaikan dengan Working Load Limit (WLL).


Webbing Sling

Webbing sling terbuat dari serat sintetis dengan karakteristik ringan dan fleksibel.

Umumnya digunakan pada:

  • Mesin industri
  • Equipment sensitif
  • Komponen yang tidak boleh tergores

Shackle

Shackle menghubungkan chain, sling, atau wire rope dengan titik angkat maupun titik pengikatan.

Jenis yang sering digunakan:

  • Bow Shackle
  • Dee Shackle

Turnbuckle

Turnbuckle digunakan untuk mengatur tingkat ketegangan pada wire rope maupun chain.


Wheel Chock

Wheel chock dipasang pada roda kendaraan atau alat berat untuk mencegah pergerakan selama proses transportasi.


Steel Stopper

Steel stopper atau blocking dipasang sebagai penahan tambahan agar muatan tidak bergeser ke depan, belakang, maupun samping.


Teknik Lashing Berdasarkan Jenis Muatan

Excavator

Lashing dilakukan pada titik pengikatan yang direkomendasikan oleh pabrikan.

Bucket dan boom biasanya diposisikan serendah mungkin untuk menurunkan pusat gravitasi.


Bulldozer

Blade dan ripper harus diamankan sebelum proses transportasi.

Rantai dipasang pada chassis utama agar beban terdistribusi dengan baik.


Wheel Loader

Bucket diturunkan hingga menyentuh dek trailer untuk meningkatkan stabilitas.

Wheel chock dipasang pada roda sebelum rantai dikencangkan.


Forklift

Forklift umumnya menggunakan kombinasi wheel chock dan chain lashing pada bagian chassis.


Crane

Untuk crane, beberapa komponen seperti boom atau counterweight sering dilepas terlebih dahulu sebelum dilakukan lashing.


Transformer

Transformer membutuhkan pengamanan tambahan karena memiliki pusat gravitasi yang tinggi dan komponen sensitif.


Pressure Vessel

Pressure vessel biasanya menggunakan kombinasi cradle, steel stopper, dan chain lashing agar tidak terjadi rotasi selama perjalanan.


Lashing pada Berbagai Moda Transportasi

Lowbed Trailer

Lashing harus mempertimbangkan distribusi beban pada setiap axle serta posisi alat berat di atas trailer.

Artikel terkait:


Selfloader

Karena menggunakan ramp, pengamanan dilakukan setelah alat berat berada pada posisi akhir di atas dek.


Kapal RORO

Selain chain lashing, kendaraan biasanya diamankan menggunakan wheel chock dan stopper agar tetap stabil selama pelayaran.


Kapal LCT

Pada kapal LCT, lashing harus memperhitungkan kondisi laut dan distribusi muatan di atas deck.

Artikel terkait:


Break Bulk Vessel

Muatan break bulk sering memerlukan kombinasi chain, wire rope, dunnage, dan blocking untuk menghindari pergeseran selama pelayaran.

Artikel terkait:


Faktor yang Menentukan Jumlah Lashing

Jumlah dan konfigurasi lashing dipengaruhi oleh:

  • Berat muatan.
  • Dimensi muatan.
  • Pusat gravitasi (Center of Gravity).
  • Jenis kendaraan atau kapal.
  • Kondisi rute.
  • Kondisi laut.
  • Working Load Limit (WLL) setiap alat lashing.
  • Standar keselamatan yang digunakan.

Semakin besar gaya yang bekerja pada muatan, semakin besar pula kebutuhan sistem pengamanannya.


Kesalahan Umum Saat Melakukan Lashing

Beberapa kesalahan yang masih sering ditemukan di lapangan antara lain:

  • Menggunakan chain yang tidak sesuai kapasitas.
  • Titik pengikatan tidak berada pada struktur utama.
  • Chain binder tidak dikencangkan secara merata.
  • Tidak menggunakan wheel chock.
  • Mengabaikan pusat gravitasi muatan.
  • Tidak melakukan inspeksi ulang sebelum keberangkatan.
  • Menggunakan peralatan lashing yang sudah aus atau rusak.

Kesalahan tersebut dapat meningkatkan risiko kerusakan maupun kecelakaan selama proses transportasi.


Standar Keselamatan

Pelaksanaan lashing & securing sebaiknya mengikuti prosedur keselamatan yang mencakup:

  • Pemeriksaan kondisi chain, wire rope, dan sling.
  • Verifikasi Working Load Limit (WLL).
  • Penggunaan titik lashing sesuai rekomendasi pabrikan.
  • Pemeriksaan ulang setelah muatan selesai diikat.
  • Dokumentasi sebelum keberangkatan.
  • Pengawasan oleh personel yang kompeten.

Untuk transportasi laut dan darat, praktik pengamanan muatan mengacu pada prinsip-prinsip load securing yang bertujuan mencegah pergerakan muatan akibat gaya selama perjalanan.


Ringkasan Peralatan Lashing

PeralatanFungsiUmum Digunakan Untuk
ChainMengikat muatan beratExcavator, Bulldozer
Chain BinderMengencangkan rantaiHeavy Equipment
Wire RopePengikatan heavy liftModul, Transformer
Webbing SlingPengikatan muatan sensitifMesin Industri
ShacklePenghubung sling/chainSemua jenis muatan
Wheel ChockMenahan rodaForklift, Truck, Excavator
Steel StopperMencegah pergeseranHeavy Equipment

FAQ

Apa itu lashing cargo?

Lashing cargo adalah proses mengikat muatan menggunakan chain, wire rope, webbing sling, atau peralatan lainnya agar tidak bergeser selama transportasi.

Apa perbedaan lashing dan securing?

Lashing adalah teknik pengikatan, sedangkan securing mencakup seluruh sistem pengamanan muatan termasuk blocking, wheel chock, dan stopper.

Mengapa wheel chock penting?

Wheel chock membantu mencegah kendaraan atau alat berat bergerak selama proses transportasi maupun bongkar muat.

Apakah semua alat berat menggunakan chain lashing?

Tidak selalu. Metode lashing disesuaikan dengan jenis muatan, berat, titik pengikatan, dan moda transportasi.

Apa hubungan lashing dengan cargo survey?

Cargo survey membantu mengidentifikasi titik lashing yang aman sehingga sistem pengamanan dapat dirancang dengan tepat sebelum pengiriman dilakukan.


Kesimpulan

Lashing & Securing Cargo merupakan salah satu tahapan paling penting dalam pengiriman project cargo dan heavy equipment. Proses ini memastikan muatan tetap stabil selama perjalanan, baik melalui jalur darat maupun laut, sehingga risiko kerusakan dan kecelakaan dapat diminimalkan.

Keberhasilan lashing tidak hanya bergantung pada kualitas chain atau wire rope, tetapi juga pada hasil cargo survey, transport engineering, pemilihan titik pengikatan, serta kompetensi personel yang melaksanakan pekerjaan. Dengan menerapkan teknik lashing yang benar dan mengikuti standar keselamatan, perusahaan logistik dapat meningkatkan keamanan operasional sekaligus menjaga kelancaran proyek dari awal hingga tujuan.

Bagikan:

Tinggalkan komentar